"Itu sudah selesai 83 persen. Konsumen itu sudah kita undang, kemudian kita datangi komunitasnya, adakan gathering, akhirnya 2 bulan terakhir November-Desember 2016 kita kunjungi, bahkan ke second hand shop," kata GM After Sales Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M Abidin kepada detikOto, Kamis (16/2/2017).
Dari 25.000-an unit yang harus diganti ketiga komponennya itu, kata Abidin, sekitar 21.000 unit sudah selesai. "Sisanya kalaupun nanti ada masalah, kita tetap terima. Mereka bisa kontak ke call center atau ke diler resmi untuk buat janjian karena komponennya di centralize di diler-diler utama di provinsi," ujar Abidin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah konsumen ini kebanyakan jualnya ke second hand shop (penjual motor bekas). Pas kita datangin, second hand shop itu sudah tutup. Ini yang susah," ucap Abidin.
Ada juga motor R25 yang sudah menjadi motor balap. Pemilik motor balap R25 itu tidak mau diganti komponennya karena sudah pas spesifikasi balap.
"Yang sudah jadi motor balap itu yang bingung, mau diganti sparepart dia enggak mau. Dia udah sudah pakai spek ini, kita enggak bisa apa-apain. Contohnya koplingnya udah pakai yang spek balap, pakai slipper clutch segala macam. Nah yang kayak gitu-gitu sih yang susah," ujar Abidin.
Sementara itu, pada 14 Februari kemarin Yamaha mengumumkan recall R25 dan MT-25 untuk kedua kalinya. Recall kedua ini diumumkan untuk penggantian dua komponen yaitu Sub Main Switch & Bracket Fuel Tank. Pemilik R25 dan MT-25 diminta datang ke diler R-Shop Yamaha se-Indonesia mulai 20 Februari nanti. (rgr/dry)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?