GM After Sales Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M Abidin mengatakan, kedua komponen itu perlu diganti karena menyangkut keamanan pengendara. Menurut Abidin, tidak banyak pengendara yang mengeluh dengan kedua komponen itu, tapi Yamaha tetap harus menggantinya.
"Itu kan keluhannya tidak semuanya. Jadi itu kan motornya produk global. Itu harus kita ganti karena menyangkut keamanan pengendara. Kayak di main switch itu bagian bawahnya saja, bukan switch secara total. Ada bagian bawahnya itu pemindah switch itu kita ganti. Dia bisa mati mendadak. Karena mungkin misalkan kena air atau apa. Karena itu menurut analisa kita, itu dari materialnya. Makanya itu kita ganti," kata Abidin kepada detikOto, Kamis (16/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumen di segmen ini kan sering setting-setting. Tangki itu dibuka, biasanya ada bagian dari karet atau damper, mereka suka lupa lagi pasang kembali. Karena lupa, itu menciptakan vibrasi sehingga ada bracket-bracket itu jadi menimbulkan crack di tangki. Walaupun secara masalah bukan disebabkan oleh desain itu sendiri, tapi untuk keselamtan itu perlu diganti. Kalau konsumen normal sih enggak masalah. Cuma kita ganti bracket-nya aja, ganti yang fix yang ibaratnya mau dibongkar-bongkar pun enggak masalah," jelas Abidin.
Makanya, lanjut Abidin, ketika Yamaha menginformasikan soal penggantian komponen ini ke komunitas, anggota komunitas itu tidak banyak yang mengeluhkan motornya.
"Mereka malah nanya masalahnya apa sih, motorku kan enggak apa-apa. Ya memang menurut mereka tidak apa-apa, tapi ada possibility. Takutnya motor itu dijual, second hand entah second hand ke berapa nanti ada masalah. Karena reputasinya kan reputasi global. Kalau kita tahu ada masalah tapi kita diam saja, ini akan menjadi masalah," ujar Abidin.
Total, kata Abidin, sekitar 40.000 unit R25 dan MT-25 yang perlu diganti dua komponen tersebut. Itu adalah motor produksi pertama sampai akhir 2016.
"Sebenarnya kalau di luar negeri, (recall) ini sudah menjadi hal yang standar ya. Maksudnya kalau pabrikan tahu, itu harus diumumkan. Soalnya itu menyangkut tanggung jawab produsen juga. Justru kalau di luar negeri di-bully kalau produsen itu enggak ngasih tahu," ucap Abidin. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer