Suzuki Akui Selama Ini Strateginya Kurang Pas untuk Indonesia

Suzuki Akui Selama Ini Strateginya Kurang Pas untuk Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 10 Jan 2017 10:33 WIB
Suzuki Akui Selama Ini Strateginya Kurang Pas untuk Indonesia
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terkesan tertinggal dari kompetitornya. Saat ini saja, hanya mengandalkan dua produknya yaitu Satria F150 Injeksi dan skuter matik Address.

Tapi keingingan untuk bangkit sudah digaungkan Suzuki dengan meluncurkan dua produk di segmen sport yaitu GSX-R 150 dan GSX-S 150. Suzuki mengakui strategi yang dilakukannya untuk memasarkan produknya kurang efektif di Indonesia.

"Jepang juga mau bangkit, kita mau bangkit tapi secara global strategi yang kami punya itu nggak tepat di pasar disini. Jadi sepertinya harus ada produk seperti ini tapi nggak ada gitu, salah satu bukti sport gitu semua kompetitor semua tapi Suzuki nggak ada," kata Marketing Division PT SIS, Seiji Itayama, di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi memang kita harus sesuaikan demand dan permintaan market ya itu memang yang selama ini kurang matching ya jadi tentunya kita ya ditinggal sepertinya sama kompetitor. Kompetitor bikin produk baru, segmen baru jadi sedikit agak ditinggal kita sekarang mau sama-sama lagi," sambung Itayama.

Di tahun ini, Suzuki setidaknya menyiapkan 8 produk terbaru baik itu produk yang mengalami minor change maupun produk yang benar-benar baru. Kedelapan produk tersebut tersedia di seluruh segmen mulai dari sport, matik, dan bebek.

Desainer PT Suzuki Indomobil Sales, Medimahlibi Bira Mulya ditemui sebelumnya mengakui memang dalam beberapa kurun waktu terakhir, desain motor Suzuki terlalu berkiblat pada Jepang. Dia mencontohkan desain Suzuki Satria yang terlalu sederhana sehingga kurang sesuai dengan minat masyarakat Indonesia yang ingin desain motor yang tajam-tajam. Sehingga kurang banyak angka penjualannya. Saat ini Suzuki Satria dalam 3 bulan terakhir angka penjualan berada di kisaran 3.000 unit.

"Dulu Satria 2 tak sempat bagus tapi akhirnya ada emisi ketat, tak ada pilihan ganti ke 4 tak. Satria dulu bisa sampai 5.000-15.000 unit per bulan penjualannya. Di Satria generasi terbaru kami tidak terlibat dalam desain, dan menurut saya itu sayang karena tidak pakai taste lokal, padahal taste lokal itu penting," ujarnya.

(dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads