"Kalau secara total sih yang inden offline digabung sama komunitas 500-an. Kalau buat yang inden online ini 300-an," ujar GM Aftersales Departement YIMM, M. Abidin di Jakarta, Senin (9/1/2017).
Jadi pemesanan Yamaha Aerox secara online yang baru saja dibuka YIMM Senin kemarin langsung habis. "Sudah full book hari pertama, yang hari pertama ya, yang standar 300-an untuk hari ini," ucap Abidin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang inden online nih buat yang real customer, gimana sih real customer ternyata peminatnya bagus," katanya.
Yamaha Aerox 155VVA dibandrol Rp 21.850.000 juta On The Road Jakarta. Dan dihadirkan dengan tiga pilihan warna yaitu, Black, Yellow, Matte Red.
Berteknologi Variable Valve Actuation (VVA) dan Blue Core, tipe itu memiliki fitur-fitur unggulan yaitu Smart Motor Generator yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Lampu depan LED dengan desain sporty, lebih terang dan lebih awet.
Speedometer-nya full digital dengan layar LCD besar 5.8 inch dapat memberikan informasi lebih jelas dengan Multi Information Display (MID). Fiturnya mampu menampilkan VVA indicator, Fuel meter, battery indicator, Odometer, trip meter, average Fuel consumption, real time consumption, digital clock, rpm meter. Penampilan semakin gagah dan sporty dengan ban super wide tubeless tire.
Electric Power Socket untuk mengisi daya handphone dan gadget pengendara, jadi buat yang suka touring, naik motor Aerox 155VVA jangan takut ketinggalan charger ! Bagasinya luas dengan volume 25 liter mampu memuat helm full face ukuran XL, ban paling lebar di kelas motor matic 110/80-14M/C 53P (depan) dan 140/70-14M/C 62P (belakang).
Di hari kedua pemesanan online, Yamaha membuka inden untuk Aerox 155VVA-R Version dan Aerox 155VVA-S Version tanggal 11 Januari. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM