Dugaan tersebut menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata tidak benar adanya.
"Yang jelas pemeriksaan ini kan jadi panggung sandiwara yang bagus untuk tampil," ucapnya, kepada wartawan, dalam acara diskusi perkembangan Industri Otomotif di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara statistik, itu pun juga dibuktikan bahwa apa yang dipakai dan apa yang diinterpretasikan oleh KPPU itu salah. Profesor di bidang statistik untuk pasar dari UI (Universitas Indonesia) yang mengatakan itu. Waktu itu dia jadi saksi ahli," tuturnya.
Selain itu, dengan adanya kasus dugaan ini, kemungkinan akan mempengaruhi para investor yang sudah menggelontorkan dana di industri otomotif Indonesia terutama roda dua.
Namun hingga saat ini, Gunadi mengatakan belum ada indikasi para investor akan menarik dananya karena kasus dugaan kartel tersebut. "Sampai sekarang belum ada. Angka investor Rp 70 triliun, masak ditinggalkan begitu saja, rugi dong," katanya.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar para investor tetap bertahan, AISI dan para anggotanya, termasuk YIMM dan AHM akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang baik dan benar.
"Makanya fight terus kita sama KPPU, supaya ambil kebijakan yang bijaksana, ini yang kita harapkan," ujar Gunadi. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Emang Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Seharga Rp 50 Juta?