Meski ada dua diler di dua tempat berbeda, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahut Manhulu menganggap hal tersebut bukan lah persaingan.
"Jadi kami tidak menganggap Nusantara sebagai saingan kami," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sahut juga menganggap Anak Elang memiliki kelebihan dibanding Nusantara. "Karena kami Anak Elang semuanya bikers, jadi kita tahu sekali rasanya, bahkan contohnya kalau touring cuma sepuluh orang, kita bisa bantu dengan kasih teknisi dan spare part," tambahnya
Strategi pemasaran pun sudah disiapkan Anak Elang. Mereka tidak akan memperbanyak karyawan yang mengurusi bagian marketing. "Karena sebenernya marketing motor itu, kita belajar dari diler lama, marketing itu ga perlu banyak, yang harus banyak itu temen," ujar Komisaris Utama Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Suherli di tempat yang sama.
Memperbanyak teman dianggap Herli merupakan cara yang ampuh terutama dalam segi penjualan. "Karena temen lebih cepet ngeracunin temennya untuk beli motor. Jadi strateginya banyakin temen. Itu jauh lebih cepat dibanding yang lain," tuturnya.
"Kita tidak mau gemuk (banyak karyawan). Karyawan ada sekitar 30 karena kita tidak mau gemuk yang penting produktif," ujarnya (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi