Sama-sama Jual Harley, Anak Elang Tak Anggap Nusantara Sebagai Pesaing

Sama-sama Jual Harley, Anak Elang Tak Anggap Nusantara Sebagai Pesaing

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Senin, 12 Des 2016 11:43 WIB
Sama-sama Jual Harley, Anak Elang Tak Anggap Nusantara Sebagai Pesaing
Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Harley-Davidson yang sempat tutup warung karena penjualannya yang anjlok kini kembali hadir di Jakarta dengan dua diler resmi barunya yaitu Nusantara Harley-Davidson of Jakarta di Jakarta Selatan, dan Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta di Jakarta utara.

Meski ada dua diler di dua tempat berbeda, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahut Manhulu menganggap hal tersebut bukan lah persaingan.

"Jadi kami tidak menganggap Nusantara sebagai saingan kami," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sahut menganggap persaingan tersebut lebih kepada perbedaan strategi yang diterapkan "Nah kita bersaing servis dan pendekatan, sparepart, karena kan masing-masing diler itu memesannya sendiri-sendiri, jadi bisa saja ada barang yang disini ada di Nusantara tidak ada dan sebaliknya," ucapnya.

Selain itu, Sahut juga menganggap Anak Elang memiliki kelebihan dibanding Nusantara. "Karena kami Anak Elang semuanya bikers, jadi kita tahu sekali rasanya, bahkan contohnya kalau touring cuma sepuluh orang, kita bisa bantu dengan kasih teknisi dan spare part," tambahnya

Strategi pemasaran pun sudah disiapkan Anak Elang. Mereka tidak akan memperbanyak karyawan yang mengurusi bagian marketing. "Karena sebenernya marketing motor itu, kita belajar dari diler lama, marketing itu ga perlu banyak, yang harus banyak itu temen," ujar Komisaris Utama Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Suherli di tempat yang sama.

Memperbanyak teman dianggap Herli merupakan cara yang ampuh terutama dalam segi penjualan. "Karena temen lebih cepet ngeracunin temennya untuk beli motor. Jadi strateginya banyakin temen. Itu jauh lebih cepat dibanding yang lain," tuturnya.

"Kita tidak mau gemuk (banyak karyawan). Karyawan ada sekitar 30 karena kita tidak mau gemuk yang penting produktif," ujarnya (khi/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads