"Saya sudah bicara dengan Pak Menteri Perindustrian, Pak Menteri Perhubungan dan Pak Menteri Perdagangan. Jangan sampai produk anak bangsa ini ketinggalan karena regulasi," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam acara penyambutan finish uji kapabilitas dan efisiensi Gesits, Tour de Jawa Bali, di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (12/11/2016).
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama turut menyambut 3 unit Gesits yang telah menempuh kira-kira 1.500 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, Nasir menyinggung kendala utama dalam kegiatan penelitian di Indonesia. Menurut Nasir, penelitian seharusnya didorong maksimal dengan tidak membebankan para peneliti dengan laporan keuangan dan regulasi.
"Mudah-mudahan motor listrik ini terwujud jadi barang produksi, bukan lagi prototipe tapi industri," ucap Nasir.
Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sempat menyatakan kerisauannya atas regulasi terhadap motor listrik di Indonesia. Ia pun berharap pemerintah pusat terkait bisa membuat regulasi kendaraan elektrik dalam kWh.
"Persoalan waktu untuk regulasi minimal produk ini dengan ESDM, Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup dan Perindustrian. Perindustrian belum tentu setuju karena ada proyek di situ," ujar Pastika.
"Kita realistis saja, siapa yang diuntungkan, itu yang mendukung," tambahnya.
Tour de Jawa Bali ini dilakukan oleh rider GESITS dari ITS yaitu Yoga Uta Nugraha, Grangsang, Filipi, Handi, Ahmad Nasrudin, Ibnu Solikin, dan Bianto bersama team Garansindo.
(vid/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?