Lantas bagaimana dengan di Indonesia? Pemerintah sendiri menargetkan tahun 2025 ada sebanyak 2.200 unit mobil ramah lingkungan dan 2,1 juta motor listrik beredar di Indonesia. Namun kebijakannya masih abu-abu hingga saat ini.
"Sebetulnya tidak ada masalah. Saya katakan ini perkembangannya adalah secara alamiah. Tapi yang penting bagi AISI ialah kebijakan energi itu kemana. Kebijakan pemerintah sendiri mengenai energi itu bagaimana itu," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung, besok pun sudah bisa kalau sudah siap. Uji coba kan cuma disampaikan ke publik itu uji coba, padahal mereka udah siap," sambung Gunadi.
Selain itu saat disinggung soal insentif yang dapat terus merangsang pertumbuhan motor listrik Gunadi menjawab nampaknya hal tersebut tidak akan efektif.
"Saya sebagai industri dan AISI tidak melihat insentif yang merupakan satu dorongan untuk itu, lebih-lebih kepada kesiapan dari industrinya untuk patuh terhadap itu. Kami melihat tanpa insentif itu, munculnya adalah produk itu kompetitif. Produk itu kompetitif terhadap yang sekarang ada. Kalau kita jual misalkan sepeda motor listrik itu dua kali lipat harganya, siapa yang beli. Itu jadi parameter untuk pemain untuk masuk ke pasar," tutur Gunadi.
(dry/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek