AISI sendiri menargetkan pada 2016 bisa menjual 6,3 unit, angka ini tentu masih di bawah yang diharapkan. Satu-satunya cara yang dinilai dapat meningkatkan penjualan motor yaitu dengan melakukan promo para diler terlebih adanya aturan OJK yang membatasi diskon DP (Down Payment) untuk kendaraan roda dua.
"Sayangnya stimulus yang bisa kita realisasikan itu adalah perang iklan, mungkin perang hadiah antara merek satu dengan yang lain, separuh harga motor itu bisa harga hadiahnya kalo dia kasih hadiah TV misalkan, tidak bisa yang lain karena kita kan tergantung kekuatan daya beli, itu kan masing-masing beda individual, terus satu hal juga kita kalau menyangkut harga kalau toh harus melakukan penyesuaian harga itu tidak akan serta merta," kata Ketua AISI, Gunadi Sindhuwinata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebisa-bisanya harga itu ditekan untuk tidak naik, kita kan ada 400 pemasok, dan tidak semua itu terhindar dari penyesuaian harga secara berantai, kan kami membeli dari pemasok disitu terjadi negosiasi antara pemasok dan pemakai bagaimana kenaikan jangan terjadi di semester pertama kita mulai Juli lihat lagi kondisi gimana kalau bisa tidak naik, kalau bisa malah turun," tutur Gunadi.
Beberapa hal ditengarai menjadi penyebab turunnya daya beli masyarakat salah satu diantaranya adalah pelemahan ekonomi global yang juga ikut berdampak ke Indonesia. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan