βYang pasti bukan karena daya tarik motor yang pudar atau minat masyarakat yang sudah surut. Daya tarik dan minat masih sangat tinggi, tetapi ada sejumlah faktor lain, termasuk manajemen stok yang kami jalankan,β kata Asisten General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Menurut Masykur, pihaknya sengaja mengurangi stok di diler-diler menjelang akhir tahun seperti sekarang. Alasannya, untuk tetap menjaga kesinambungan penjualan di periode awal tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masykur menyebut, hal itu terjadi karena tidak sedikit orang yang beranggapan jika nomor rangka motor lebih muda maka saat dijual kembali harganya masih tetap tinggi. Karena alasan itulah, maka Yamaha sengaja mengerem pasokan stok ke diler.
Alasan kedua yang disodorkan Yamaha adalah, faktor bencana asap yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Akibat paparan asap, kegiatan di sejumlah diler di daerah itu tak maksimal, termasuk pasokan dari diler utama ke diler-diler yang berada di bawahnya.
Faktor lain yang juga turut membuat penjualan Yamaha V-Ixion turun, kata Masykur, adalah kondisi pasar yang memang masih lesu. Sehingga, Yamaha pun membatasi jumlah pasokan agar tak terjadi penumpukan stok di diler yang bisa menjadi beban operasional. Terlebih di akhir tahun.
βTetapi kami yakin, Insya Allah penjualan V-Ixion akan kembali melaju kencang. Karena pamornya sebagai motor sport sudah teruji,β ujar Masykur.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukan, sepanjang Oktober lalu penjualan Yamaha Vixion hanya terjual 18.309 unit. Padahal di bulan sebelumnya, motor sport itu terjual sebanyak 34.070 unit.
Tak hanya itu. V-Ixion juga tercatat sebagai motor di posisi teratas alias jawara dalam penjualan sepeda motor sport di Tanah Air.
Berbeda dengan Yamaha, motor sport Honda yang sekelas dan sejenis V-Ixion yakni Honda CB150R justru membukukan kenaikan penjualan. Jika pada September terjual 25.985 unit, pada Oktober terlego 27.050 unit.
(arf/rgr)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi