Penjualan Motor Diperkirakan Melorot Lagi di Oktober

Penjualan Motor Diperkirakan Melorot Lagi di Oktober

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 05 Nov 2015 13:29 WIB
Penjualan Motor Diperkirakan Melorot Lagi di Oktober
Jakarta - Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang Oktober lalu diperkirakan kembali mengalami penurunan, akibat hasil panen di sejumlah daerah yang tak memuaskan karena kemarau panjang. Meski begitu, jumlah penjualan diyakini masih di kisaran 600 ribu unit.

β€œPenjualan pada bulan lalu (Oktober) kami perkirakan turun sedikit, akibat kemarau panjang. Produksi hasil bumi rendah. Ini terjadi hampir di semua daerah,” ujar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Sigit menegaskan, kendati penurunan itu relatif kecil yakni di bawah 5 persen jika dibanding bulan sebelumnya, namun tetap cukup terasa. Soalnya, penjualan pada bulan-bulan sebelumnya juga menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œKami masih belum merekap secara lengkap hasil penjualan, karena ada beberapa merek yang masih menghitung penjualannya. Tetapi yang pasti, penjualan diperkirakan masih di kisaran 600 ribu unit,” kata dia.

Data AISI menunjukan, penjualan sepeda motor di Tanah Air, sepanjang September 2015, turun 2,13 persen dibanding Agustus. Jika pada Agustus penjualan tercatat sebanyak 645.997 unit, sepanjang September hanya 632.227 unit.

Meski demikian, penjualan bulan September tetap tercatat sebagai penjualan sepeda motor terbanyak kedua sepanjang 2015. Penjualan terbanyak sebelumnya terjadi pada Agustus.

Ikhwal kaitan antara kemarau panjang dengan penjualan sepeda motor, hal itu dikarenakan banyak para petani yang selama ini membeli sepeda motor di saat musim panen tiba, kini tak membeli.

β€œAtau, jika biasanya mereka bisa membeli lebih dari satu, kini hanya satu saja. Ini biasanya terjadi di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, atau Sulawesi,” kata dia.

Menurut Sigit, selama ini penjualan sepeda motor terbanyak terjadi di Pulau Jawa yakni sekitar 62-63 persen. Jika ditambah dengan Bali, maka porsinya mencapai 66-67 persen.

β€œFakta menunjukkan ada kaitan antara musim panen dengan pembelian sepeda motor, terutama di Jawa yang porsinya besar,” paparnya.

(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads