βPenjualan pada bulan lalu (Oktober) kami perkirakan turun sedikit, akibat kemarau panjang. Produksi hasil bumi rendah. Ini terjadi hampir di semua daerah,β ujar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Sigit menegaskan, kendati penurunan itu relatif kecil yakni di bawah 5 persen jika dibanding bulan sebelumnya, namun tetap cukup terasa. Soalnya, penjualan pada bulan-bulan sebelumnya juga menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data AISI menunjukan, penjualan sepeda motor di Tanah Air, sepanjang September 2015, turun 2,13 persen dibanding Agustus. Jika pada Agustus penjualan tercatat sebanyak 645.997 unit, sepanjang September hanya 632.227 unit.
Meski demikian, penjualan bulan September tetap tercatat sebagai penjualan sepeda motor terbanyak kedua sepanjang 2015. Penjualan terbanyak sebelumnya terjadi pada Agustus.
Ikhwal kaitan antara kemarau panjang dengan penjualan sepeda motor, hal itu dikarenakan banyak para petani yang selama ini membeli sepeda motor di saat musim panen tiba, kini tak membeli.
βAtau, jika biasanya mereka bisa membeli lebih dari satu, kini hanya satu saja. Ini biasanya terjadi di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, atau Sulawesi,β kata dia.
Menurut Sigit, selama ini penjualan sepeda motor terbanyak terjadi di Pulau Jawa yakni sekitar 62-63 persen. Jika ditambah dengan Bali, maka porsinya mencapai 66-67 persen.
βFakta menunjukkan ada kaitan antara musim panen dengan pembelian sepeda motor, terutama di Jawa yang porsinya besar,β paparnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!