"Dengan perekonomian seperti sekarang, jelas mengkhawatirkan. Kita memproduksi lokal, tapi bahannya banyak dari luar negeri. Sedangkan kita tidak bisa menjual ban terlalu tinggi. Terlebih melihat situasi sekarang banyak konsumen yang mengganti ban lebih lama, sekarang konsumen bisa mengganti ban 1 tahun sekali atau lebih baik menunggu lebih lama untuk mengganti ban,β ujar Brand Manager Zeneos, Baharijanto, di Kustomfest 2015.
Namun meski begitu, Zeneos masih merasa beruntung karena nilai ekspor ban ke luar negeri masih cukup bagus. Bahkan kapasitas produksi ban lebih banyak untuk ekspor dibandingkan dengan domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengekspor ke Malaysia dan Philipina, dan ini menjadi negara terbanyak yang kami ekspor. Baru sisa-nya India dan negara ASEAN lainnya, tapi masih dalam sekala kecil. Kapasitas produksi untuk ekspor itu mencapai 25.000 ban per hari. Tahun-tahun ini memang lebih berat, tapi kami masih bisa mengekspor," tambahnya.
Untuk mengakali dolar yang tinggi seperti ini, manajemen Zeneos akan melakukan efisiensi di dalam seperti menekan biaya marketing.
"Keadaan seperti sekarang tahun depan kami akan melakukan efisiensi dari dalam. Dengan melakukan pemotongan biaya marketing atau budget dikurangi. Ini juga menjadi tantangan Kita bagaimana kita mendapatkan konsumen loyal," katanya.
Namun meski begitu, Zeneos belum berencana menaikkan harga, mereka lebih memilih menciptakan loyalitas konsumen terlebih dulu.
"Dan kami akan memiliki beberapa cara untuk bisa menciptakan konsumen loyal. Mungkin memberikan perhatian lebih kepada konsumen, misalnya untuk konsumen yang ulang tahun maka kami akan memberikan kartu ucapan. Dan kami akan menjadi pabrikan pertama yang akan mengucapkan selamat ulang tahun kepada konsumen," tambahnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Viral BYD Atto 1 Motong Lajur, Diklakson Panjang Nggak Terima Malah Mukul
Kenapa Perpanjang STNK 5 Tahunan Harus ke Samsat?