Tak hanya di Indonesia penjualan produk otomotif termasuk sepeda motor semakin loyo, tetapi juga di Thailand. Buntut dari penurunan penjualan itu, pabrikan motor Honda berniat memangkas jumlah produksi.
Seperti diberitakan Bangkok Post, produksi motor di pabrik Honda di Samut Prakan, Thailand akan dikurangi 2 sampai 3 persen tahun ini akibat penjualan domestik yang kian melemah. Sebelumnya, produsen berlogo sayap mengepak tersebut menargetkan produksi sebanyak 1,39 juta unit tahun ini.
Direktur AP Honda Co Thailand, Suchart Arunsaengroj mengatakan, pemangkasan jumlah produksi ini terpaksa dilakukan untuk menyeimbangkan permintaan dan stok. Akibatnya, target penjualan tahun ini menurun menjadi 1,32 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan target sebesar itu, penjualan Honda di Thailand diperkirakan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2014, Honda Thailand sudah membukukukan penjualan sebanyak 1,36 unit, tahun 2013 1,49 unit, tahun 2012 sebanyak 1,48 unit dan 2011 1,35 unit.
Suchart mengatakan, tantangan tahun ini tidak hanya ekonomi yang buruk dan harga pertanian yang rendah. Dia menyebut, kekeringan yang juga melanda Thailand muncul sebagai risiko tambahan bagi pasar sepeda motor.
"Pasar Thailand akan jenuh nantinya, seperti Jepang atau Taiwan," katanya.
Untuk itu, Honda di Thailand menggantungkan harapan tinggi pada penjualan motor di atas 400cc. Mereka memprediksi segmen motor gede (moge) di Thailand naik 20 persen menjadi 19.000 unit sampai akhir 2015. Di semester pertama, penjualan moge Honda meningkat 26 persen menjadi 9.796.
(rgr/arf)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE