Seluruh pemudik ini diberangkatkan dari Head Office Yamaha Indonesia di Pulogadung Jakarta Timur. Mereka dilepas secara resmi oleh Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti.
Seluruh pemudik itu bertolak ke kota Yogyakarta dan Semarang dengan menggunakan bus. Ke Yogyakarta 700 orang pemudik yang melewati jalur tengah yaitu Jakarta β Indramayu - Cirebon - Bumiayu - Purwokerto - Buntu - Gembong β Kebumen - Yogyakarta. Dan via selatan dari Jakarta β Bandung β Tasikmalaya β Banjar β Gembong β Kebumen β Purworejo β Yogyakarta. Sedangkan ke Semarang rutenya Jakarta - Indramayu - Cirebon - Tegal - Pekalongan - Kendal β Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas yang disediakan Yamaha untuk pemudik berupa bus pariwisata AC exclusive seat 50, asuransi jiwa, satu kali makan sahur per orang, voucher pembelian motor senilai Rp.2.400.000, satu buah sajadah spesial Lebaran, satu kali makan buka puasa per orang, merchandise (t-shirt, pin) per orang, kotak P3K (betadine, minyak angin, tolak angin cair, obat sakit kepala).
Mudik dan Balik Gratis Yamaha di Jawa Timur
Sementara di Surabaya, Mudik Gratis dan Balik Yamaha juga dilaksanakan bagi konsumen, bekerjasama dengan Pemprov Jawa Timur dan akan dilepas oleh Gubernur Jawa Timur H Sowekarwo.
Sebanyak 2000 orang peserta mudik diberangkatkan dari Surabaya dengan 50 bus pada 15 Juli dan 2000 orang juga diberangkatkan kembali dalam arus balik pada 21 Juli dari Banyuwangi dan Jember kembali ke Surabaya.
Adapun 8 kota tujuan mudik gratis ini adalah Surabaya β Banyuwangi, Surabaya β Jember, Surabaya β Madiun, Surabaya β Trenggalek, Surabaya β Bojonegoro, Surabaya β Blitar (via Malang), Surabaya β Tuban, Surabaya β Ponorogo. Sedangkan arus balik gratis diakomodasi lewat jalur yang sama dengan rute mudik.
(ady/ady)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!