Di tengah hiruk pikuk lalu lintas ibukota, banyak sekali anak pelajar menggunakan kendaraan roda dua bahkan roda empat tidak dibekali persiapan yang cukup seakan akan orangtua mereka menganggap remeh keselamatan anak dan pengguna jalan lainnya.
Kadang kala ketika terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh para pelajar ini, masyarakat biasanya suka membela mereka.
Pengalaman tersebut pernah dialami oleh Estu Dwi Prakoso. Lewat email dia curhat mengenai kejadian yang tak menyenangkan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat kejadian, warga, tukang tambal ban dan pengguna jalan serta adanya anggota Brimob yang hadir dalam peristiwa tersebut sempat menuduh yang salah adalah dirinya.
βMereka, bahkan membela pelajar tersebut. Pelajar motor ini memohon mohon kepada warga agar masalah tersebut dapat diselesaikan beralasan ingin masuk kerja. Saya tidak habis pikir dengan masyarakat sekitar, pelajar tersebut memakai seragam sekolah, menyelesaikan masalah alasan ingin bekerja dan tidak bisa menilai mana yang salah dan tidak,β ujarnya.
βIni pengalaman pahit saya karena masyarakat pun membela pengendara pelajar yang gegabah ini, sampai saat ini motor yang saya gunakan masih rusak dan tidak saya perbaiki karena saya merasa posisi berkendara saya benar,β tambahnya.
Dia berharap kepolisian agar ditindak tegas pelajar pelajar tersebut agar tidak mencelakai pengguna jalan lainnya.
βDan perlunya pengawasan kepada orangtua yang masih memiliki anak berstatus pelajar agar tidak membiarkan anaknya menggunakan kendaraan pribadi untuk ke sekolah sebab pentingnya jadi pelopor keselamatan berkendara,β ujarnya.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek