Fakta ini pun diakui Yamaha, selaku salah satu produsen motor di Indonesia.
"Kadang-kadang kan orangtua enggak tega lihat anaknya sekolah jauh-jauh dan takut terlambat. Kalau enggak dikasih motor, anak-anaknya ngambek, mogok sekolah,β ujar Asisten GM Marketing PT YIMM, Mohammad Masykur kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βMakanya kita direct ke SLTA. Ada aktivitasnya yang targetnya anak-anak sekolah tingkat SLTA. Diajarkan bagaimana cara mengendari motor yang benar. Karena yang banyak melanggar kan anak-anak setingkat SLTA. Alasannya banyak, salah satunya biar enggak terlambat," katanya.
Selain itu, pendidikan safety riding sejak dini juga dilakukan Yamaha. Pabrikan asal Jepang itu mengadakan program Yamaha Safety Riding Science (YSRS) for Kids.
"Tujuannya bukan ngajarin anak-anak kecil naik motor. Lebih ke pengenalan rambu-rambu. Tujuannya biar dia juga mengingatkan orang tua, 'kok saya enggak dikasih helm', 'kok helmnya belum klik'. Kita kasih tahu mereka biar mereka mengingatkan orangtuanya," jelas Masykur.
Kami membuka kesempatan bagi Otolovers yang ingin bertukar pikiran mencari solusi mengenai isu ini atau memiliki pengalaman dengan anak-anak yang mengendarai kendaraan. Atau apakah Anda termasuk orangtua yang melarang anak kesayangan menggunakan kendaraan, silakan berbagi pikiran. Kirim pendapat Anda ke redaksi@detikoto.com dengan subyek #nodrivingunder17.
Anda juga bisa meramaikan media sosial di Facebook, Twitter atau akun sosial media lainnya dengan hashtag yang sama, #nodrivingunder17. Salam safety driving!
(rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan