Zero: Baterai Motor Listrik Habis di Tengah Jalan? Tak Usah Pusing!

Zero: Baterai Motor Listrik Habis di Tengah Jalan? Tak Usah Pusing!

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 02 Jul 2015 14:32 WIB
Zero: Baterai Motor Listrik Habis di Tengah Jalan? Tak Usah Pusing!
Jakarta - Pertanyaan besar yang sekaligus kekhawatiran banyak pihak terhadap motor listrik, ialah jarak tempuh yang bisa ditempuh motor. Bagaimana kalau motor habis baterainya di tengah jalan?

"Kemarin saya bilang ini bisa mencapai 70-100 km, harga yang kita tawarkan akan kompetitif. Purna jualnya akan kita kemas 3 tahun gratis semuanya, konsumen hanya ganti ban saja. Ini yang kita atur agar konsumen percaya," ujar CEO Garansindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah, di Jakarta.

"Baterai habis di tengah jalan? Tidak usah pusing. Kita akan mempersiapkan baterai ada berada di SPBU-SPBU, untuk mereka yang tidak sempat untuk charger. Buat mereka yang buru-buru nantinya bisa seperti isi galon saja. Ambil, bayar dan tinggalkan baterai yang kosong dan ambil baru. Kita akan buat listrik ini tidak menjadi masalah," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu kenapa tidak menciptakan infrastruktur pengisian baterai saja Garansindo?

"Infrastuktur Indonesia ini kan memang luas, apalagi Jakarta. Kalau semaunya kita siapkan sistem secara terlalu modern (mendirikan stasiun pengisian baterai), itu kan tidak mungkin karena membutuhkan dana yang sangat besar. Dan terkadang yang sederhana di kita itu lebih bisa diterima. Jadi paling gampang misalnya kita menaruh baterai di SPBU, kita bekerja sama dengan retailer, kita bisa menaruh di Alfamart, Indomart," katanya.

Dirinya juga mencontohkan bagaimana sistem kerja sama, yang bisa saling menguntungkan.

"Misalnya seperti ini, Anda punya sebuah toko, ongkos untuk mengisi baterai (baterai kendaraan listrik) itu misalnya Rp 1.000. Kan bisa dijual ke konsumen Rp 2.000, dan nanti 1.000 itu dibagi 2 Anda sama saya Rp 500- Rp 500, kan sama-sama untung dong," katanya.

"Dan ini bisa menambah lapangan pekerjaan juga kan, dan inilah yang membuat kita optimistis (menjual kendaraan listrik). Karena kebiasaan orang-orang kita sangat familiar seperti itu. Kalau di luar negeri mereka menyiapkan infrastrukturnya, itu dananya lebih mahal, dan kita kehilangan kesempatan untuk orang membuka kios, dan ini langkah yang paling masuk akal," tambahnya.

Motor listrik Zero sudah mulai dipasarkan di Indonesia, ada beberapa varian Zero dengan harga paling murah Rp 180 juta dan paling mahal Rp 359 juta.

Dengan harga segitu, konsumen tidak perlu khawatir lagi soal jaminannya. Seluruh line-up Zero Motorcycles hadir dengan Complete Maintenance Coverage (CMC) garansi selama 5 tahun/50.000 km.




(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads