"Balik lagi kenapa kita bawa Zero? Kita masukin Zero itu bahwa sekarang eranya era listrik," kata CEO Garansindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah di Jakarta.
Memang, pria yang akrab disapa Memet itu mengaku sulit untuk mengubah persepsi masyarakat yang sulit memercayai motor listrik. Namun, tak ada yang tidak mungkin jika memang eranya sudah menuju ke kendaraan listrik.
"Zaman yang akan mengedukasi. Contohnya, zaman dulu AC (pendingin udara di rumah) pada berisik-berisik orang bangga. Sekarang, orang pake AC berisik malah malu. Terus dulu orang susah masak pakai gas, sekarang malah susah nyari minyak tanah," ucap Memet.
Di Amerika Serikat saja, lanjut Memet, pemerintahan di sana mendukung penuh pengembangan motor listrik Zero. Bahkan, pemerintah California memberikan dana hibah kepada Zero agar bisa menambah jumlah motor listriknya.
"Contoh Zero, di California pemerintah di sana justru ngasih sumbangan biar Zero makin muncul lagi. Saya rasa enggak ada alasan buat enggak pakai motor listrik," ucap Memet.
Untuk langsung melesat ke atas memang perlu waktu. Makanya, kata Memet, pihaknya akan menyarankan badan pemerintahan untuk menggunakan motor listrik nasional ini.
"Untuk jumping memang perlu waktu. Target pertama mungkin lebih ke korporasi, BUMN, kementerian-kementerian. Kalau dihargai sama dengan matik Jepang, ditambah purna jual 3 tahun gratis, mau alasan apa kalau enggak mau beli?" tegas Memet.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?