βMotor kami tentunya akan diuji semua aspeknya termasuk electromagnetic compatibility-nya, fitur keamanan dan kenyamannya, dan bahkan kemananan bahan material yang digunakannya. Uji itu mengacu pada standar global termasuk di dalamnya ada standar Indonesia,β papar Ketua Tim Riset Kendaraan Listrik ITS, Muhammad Nur Yuniarto saat dihubungi detikOto, Jumat (12/6/2015).
Sebagai produk berkelas global, dalam proses pengembangannya, ITS juga meneliti dan mencermati model motor listrik yang buatan merek dunia sebagai pembanding. Beberapa model itu antara lain motor listrik Zero, Italjet, dan lainnya.
βTapi harus diingat, kami bukan menyalin atau menjplak. Ini sebagai perbandingan semata, karena kita juga ingin bersaing secara global, tentunya juga harus tahu seperti apa pemain-pemain yang bersaing,β kata Yuniarto.
Bahkan, Yuniarto mengaku karya tim peneliti ITS kualitasnya juga tak kalah dengan para peneliti liuar negeri. Setidaknya, terbukti dari pengakuan para peneliti mancanegara.
Menurutnya, para peneliti ITS mulai mengembangkan motor listrik sejak 2013 lalu. Mereka secara intensif melakukan penelitian dan diskusi dengan para peneliti luar negeri antara lain peneliti dari Universitas Oxford Inggris.
Para peneliti ITS ini berjumlah 20 orang. Mereka terdiri dari dosen, asisten penelitian, serta sejumlah mahasiswa.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan