Jumat, 29 Mei 2015 12:37 WIB

Kenapa Lebih Banyak Ekspor Ketimbang Pasar Domestik, TVS?

Aditya Maulana - detikOto
Jakarta - TVS merupakan merek sepeda motor asal India. Di Indonesia sendiri, TVS sudah memiliki pabrik perakitan sendiri yang kapasitasnya cukup besar. Tapi, penjualannya dari tahun ke tahun lebih banyak untuk ekspor ketimbang pasar domestik.

President Director PT TVS Motor Company Indonesia Anandakhrisnan mengatakan, pemerintah Indonesia itu sendiri memang mewajibkan para produsen otomotif untuk melakukan ekspor dan itu sudah dilakukan oleh TVS Motor Company Indonesia (TMCI).

"Untuk saat ini memang fokus kami untuk ekspor ketimbang pasar domestik. Karena ekspor akan meningkatkan devisa negara," tutur Anandakhrisnan di Jakarta.

Di tempat yang sama, Marketing Manager TVS Motor Company Indonesia Rizal Tandju menambahkan alasan kenapa TVS Indonesia besar di ekspor. Sebenarnya ada 2 faktor dan itu akan berlangsung dalam beberapa tahun kedepan.

"Saat ini memang ekspor kita lebih besar dan beberapa tahun kedepan akan tetap seperti itu," ungkap Rizal.

Kedua alasan tersebut lanjut Rizal adalah karena kehadiran TVS di Indonesia itu untuk ASEAN sehingga kebutuhan untuk melakukan ekspor sangat besar. Faktor selanjutnya adalah terkait dengan strategi pemasaran sampai produk-produk baru TVS diluncurkan di Indonesia.

"Kita saat ini sedang melakukan pengembangan produk baru dan sampai produk baru itu belum datang maka kami sepertinya masih fokus kepada ekspor. Ketika produk itu datang, kita akan kuatkan pasar domestik," bebernya.

Head of Sales and Operation TMCI Raj Kumar menambahkan, untuk pasar domestik itu sendiri 95 persen dari 85.000 konsumennya telah merekomendasikan produk TVS ke keluarganya sehingga banyak konsumen yang membeli berdasarkan rekomendasi dari keluarganya sendiri.

"Kontribusi pasar domestik kami sekitar 35 persen dan sisanya ekspor. Untuk tahun fiskal tahun ini kita targetkan 10.000 unit untuk domestik dan sisanya ekspor," ungkap Raj Kumar.

Kontsibusi terbesar pasar domestik TVS itu berada di wilayah Lampung dan Jabodetabek kedua serta diikuti oleh Surbaya dan Makassar dan kota-kota lainnya," pungkasnya.





(Aditya Maulana/Dadan Kuswaraharja)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com