Jumat, 22 Mei 2015 21:20 WIB

Tidak Pakai Helm, 2 Pemotor Berseragam SMP Disuruh Balik Kanan Oleh Polisi

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Tangerang Selatan - Di Jakarta, pengendara motor relatif masih mau menuruti aturan, tetapi begitu sampai pinggiran Jakarta, pengendara motor mulai banyak yang acuh tak acuh dengan aturan berlalu lintas.

Contohnya dalam pengamatan detikOto baru-baru saja terjadi saat jam pulang kantor hari ini. Dua orang pemotor berseragam SMP—satu orang membonceng anak perempuan yang kemungkinan teman sebaya— nekat mengendarai motor. Parahnya lagi semua tak memakai helm.

Kebetulan di persimpangan, sekitar Bukit Cireundeu, Pondok Cabe, Tangerang Selatan ada seorang polisi yang tengah bertugas mengatur lalu lintas yang memang tengah macet.

Melihat anak muda yang belum cukup umur mengendarai motor ini, pak polisi yang rambutnya sudah beruban ini mengambil tindakan tegas.

Dia langsung menghadang laju motor si bocah, menahan setangnya agar berhenti. Saat temannya mau lewat, pak polisi menunjuk lagi dengan memakai walkie talkie di genggamannya dan langsung meminta rekan si bocah ikut berhenti.

Karena lagi sibuk mengatur lalu lintas, pak polisi tidak memberikan surat tilang, pak polisi itu langsung saja menyuruh kedua anak SMP untuk balik kanan. Pak polisi mungkin khawatir lalu lintas bakal lebih kacau lagi kalau dia menyempatkan diri walau hanya beberapa menit untuk menilang 2 anak SMP tadi.

Setelah sempat protes sama pak polisi, si dua anak tadi akhirnya menuruti polisi untuk balik kanan.

“Kena deh, biar jera,” celetuk seorang pengendara motor sport yang tersenyum simpul melihat aksi pak polisi.

Kasubdit Bingakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, pernah mengatakan dalam peraturan lalu lintas orang yang sudah berhak naik motor atau maba motor adalah minimal berusia 17 tahun dan sudah memiliki SIM. Jika banyak anak SMP yang sudah bawa motor ke sekolahnya, itu sudah jelas melanggar peraturan.

"Di sini peran orang tua sangatlah penting. Larang anaknya (yang di bawah umur) bawa motor jika sayang sama nyawa anaknya," tegas Hindarsono.

Menurut Otolovers, sebenarnya bagaimana cara untuk menyadarkan anak-anak SMP yang belum selayaknya mengendarai motor? Tilang mungkin belum cukup memberikan efek jera, karena mereka biasanya mengulang lagi perbuatannya.

Selain belum layak dari sisi psikologis, bocah pengendara motor juga rawan menjadi korban kejahatan begal.

Belum lama ini tak jauh dari lokasi tadi, ada anak kelas VI SD motornya dibegal. Motor skutiknya dipepet oleh si begal, dan kemudian dibawa kabur, untung saja si anak tidak mengalami cedera yang cukup parah, meski sempat dibawa keliling-keliling dulu oleh si begal.

Jadi kembali ke pertanyaan tadi, sebaiknya, menurutnya Otolovers, bagaimana cara yang baik untuk mengajak para anak ini berhenti menggunakan motor?

 

(Dadan Kuswaraharja/Dadan Kuswaraharja)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com