President Director PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat mengatakan, Indonesia berkesempatan untuk memasukkan LiveWire. Namun, diperkirakan harganya akan tinggi.
"Akan dapat. Tapi saya dengar-dengan harga LiveWire lumayan tinggi kalau nanti dipasarkan," kata Djonnie saat ditemui di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Karena harganya yang mahal itu, ia masih belum bisa memastikan apakah LiveWire bisa diserap pasar Indonesia atau tidak.
"Kalau harganya mahal apakah bisa diserap di sini belum tahu. Saya pikir bakal mahal. Kecuali pemerintah tidak mengklasifikasikan ini sebagai barang mewah. Sehingga pajak bisa ditekan," ucapnya.
Di acara uji coba LiveWire yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Februari lalu, Mabua juga membawa konsumen Harley dari Indonesia. Menurutnya, mereka yang sempat menjajal LiveWire itu memberikan respon yang bagus.
"Kita bawa beberapa konsumen kita nyobain. Respon mereka bagus. Saya kira orang Indonesia yang punya uang segala sesuatu yang unik pasti akan mau," jelas Djonnie.
(Rangga Rahadiansyah/M Luthfi Andika)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes