"Kami memberikan pelatihan ini kepada pembeli motor impor CBU sperti WR 250, R1, R6, TMAX dan lain-lain," tutur General Manager Marketing Yamaha, Hendri Wijaya saat ditemui di areal pelatihan El Rhino Academy di Serpong.
Menurut Hendri, pelatihan diberikan selain untuk memberikan pemahaman dan pelatihan cara berkendara yang aman juga untuk memaksimalkan fitur motor secara maksimal. Maklum pengalaman selama ini membuktikan banyak pembeli motor impor yang bemesin besar kurang bisa memanfaatkan fitur secara maksimal.
"Mereka bisa mengendarai, bahkan sudah benar. Tapi, karena pemahaman fitur kurang maksimal, maka pemanfaatan motor juga kurang maksimal," kata Hendri.
Selain itu, motor impor yang umumnya memiliki mesin besar juga memiliki tenaga besar. Dengan demikian, lanjut Hendri, maka diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengendarainya.
Pelatihan ini telah berjalan sejak awal April lalu. Tercatat masih beberapa orang yang memanfaatkan pelatihan itu. Sementara pendiri El Rhino, Arnaud Deschamp, mengatakan pelatihan diberikan mulai dari yang paling dasar yakni pengetahuan tentang motor, handling hingga yang tersulit.
"Ini penting karena yang paling dasar sebelum orang berkendara," papar doktor neurologi asal Prancis itu.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun