Penjualan sepeda motor sepanjang November mencapai 582.331 unit. Sementara pada bulan sebelumnya penjualan yang dibukukan oleh para agen pemegang merek 675.652 unit. Artinya, penjualan pada bulan kesebelas itu melorot 13,8 persen.
"Faktor psikologis itu adalah, konsumen enggan untuk membeli motor pada akhir atau menjelang akhir tahun. Dengan alasan tanggung, karena tahun segera berakhir," papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Seluruh Indonesia, Sigit Kumala saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal, yang penting dalam penjualan kembali sebuah kendaraan yang paling utama itu kan kondisi kendaraan. Tapi itulah faktanya," ujar Sigit.
Tren penjualan semakin kuat setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada pertengahan November. Meski baru dua minggu setrelah kebijakan itu ditetapkan, dampaknya sudah sangat terasa.
"Maklum, masyarakat sudah mulai ancang-ancang untuk menunda pembelian, jauh sebelum kebijakan (kenaikan harga BBM) ditetapkan," kata Sigit.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper