"Dampak BBM ya terasa. Dengan kenaikan BBM ini, ada penurunan penjualan. Sebetulnya sebelum BBM naik, ekonomi juga sudah melambat," kata GM Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Yohan, seperti sebelumnya, efek kenaikan BBM pada penjualan motor hanya berdampak sementara. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia akan kembali pulih satu dampai dua bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yohan memastikan dampak kenaikan BBM ini berpengaruh pada penjualan motor entry-level. Sementara motor high-segment tidak berpengaruh.
"Yang kerasa yang low. Apalagi sekarang akhir tahun, BBM naik, inflasi naik. Kalau yang high itu kan orang-orang mampu lah," tutur Yohan.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua