"Akibat kenaikan BBM, kami merevisi penjualan di 2014," ujar Deputy General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya di Uluwatu Bali, Sabtu (29/11/2014).
Meski harus melakukan revisi, pria yang akrab disapa Thomas itu menegaskan revisinya tidak terlalu besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari kenaikan BBM non subsidi itu terlihat dari konsumen yang sudah jarang berkunjung ke diler dan saat melakukan pameran pun demikian.
"Karena konsumen yang berkunjung ke diler sudah berkurang. Begitu juga saat melakukan pameran konsumen agak lesu. Tapi sampai Oktober 2014, penjualan kita sudah mencapai 4,25 juta unit motor, bulan November 2014 kami perkirakan akan mencapai 400.000 unit, di bulan depan (Desember 2014) kita bisa mencapai 300.000. Jadi bisalah 5 juta unit," tutupnya.
(lth/ady)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka