Menurut Asisten General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur, dengan begitu penggunaan BBM non subsidi saat proses produksinya, pengaruh terhadap harga sepeda motor Yamaha tidak terlalu besar. Tapi, ongkos pengiriman sepeda motor pastinya akan mempengaruhi harga.
"Pabrik Yamaha tidak boleh (menggunakan) BBM subsidi untuk operasi genset dan sebagainya. Jadi kita enggak pengaruh ke produksinya. Pengaruhnya ke ongkos pengiriman," kata Masykur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, Masykur mengatakan, sampai akhir tahun harga motor Yamaha secara langsung tidak naik. Menurutnya, pihaknya masih menunggu keputusan Organda dalam penetapan kenaikan ongkos pengiriman. Sayangnya, ia belum bisa memastikan sampai kapan harga motor Yamaha akan bertahan.
"Kita enggak bisa pastikan kapan (harga naik). Kita masih nunggu Organda," ujar Masykur.
Menurut Masykur, jika harga motor Yamaha akan naik nantinya, kenaikan itu tidak sampai 10 persen dari harga sekarang.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya