Hal itu dikatakan oleh salah satu juri di ajang Honda Modif Contest (HMC), Amirul Nefo kepada detikOto di Jakarta.
Menurut Nefo, peserta di kontes modifikasi ini tidak hanya harus tampil beda. Desain dengan detail yang jelas terlihat ketika motor bergerak juga menjadi catatan tersendiri baginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau modif motor bukan sekadar melukis, tapi juga enak dilihat pas bergerak," lanjutnya.
Selain itu, originalitas dari konsep modifikasi pun menjadi nilai yang masih diterapkan para juri.
"Menarik semua. Karena masing-masing keterampilan beda-beda, ada yang kuat di konsep. Semua menarik. Apapun jenis kendaraannya. Apapun yg mereka buat sebetulnya menarik," kata pria berambut putih itu.
Namun dalam event kontes ini, Nefo menyayangkan para peserta yang menurutnya kurang menggali khazanah lokal Indonesia.
"Ada batik, ada (motif) Betawi, kenapa kok itu enggak digali," lanjutnya.
Nefo berharap, dengan adanya HMC ini para modifikator akan lebih bisa mengeksplor konsep khas Indonesia. "Saya berharap lewat Honda ini kita bisa menggali ciri khas nasional, dengan kualitas internasional," ujar Nefo.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes