Seperti Abdul Kholik, siswa SMP Negeri di Jakarta Utara. Abdul mengaku dibolehkan oleh orangtuanya untuk membawa motor. "Kalau sama orangtua boleh, buat sekolah," ujarnya kepada detikOto, Kamis (23/10/2014).
Abdul Kholik yang kedapatan membawa motor ke sekolah itu mengatakan memarkirkan motornya di salah satu lahan parkir dekat sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul membawa motor dengan dalih jika naik angkot akan terjebak macet. "Naik angkot kadang-kadang macet. Ini saja saya terlambat," akunya.
Hal serupa juga dilakukan Bela, siswi SMP Negeri di Jakarta Utara. Berbeda sekolah dengan Abdul, Bela juga mengaku memarkirkan di lahan parkir dekat sekolah itu.
Orangtua Bela juga membolehkan anaknya membawa motor ke sekolah. "Sama orangtua boleh. Ya biar cepet saja," ujarnya.
Enggak pada takut ditilang ya?
Bagaimana menurut Otolovers fenomena yang semakin menjadi hal yang lumrah di jalanan terutama di pinggiran ibukota ini? Bagi pendapat Anda lewat surat elektronik ke redaksi@detikoto.com
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?