"Bahkan penghasilan teknisi motor premium, satu kali memperbaiki motor bisa Rp 500 ribu. Bahkan lebih, itu artinya setara dengan dokter spesialis," ujar Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufaturing, Dyonisius Beti, di DDS Yamaha, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (26/09/2014).
Menurut Dyon, profesi teknisi saat bukan sekadar profesi alternatif, tetapi juga profesi yang menjanjikan baik secara jenjang karir maupun penghasilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan bagi kolektor atau pecinta moge, bisa dua atau tiga unit dikoleksi," tuturnya.
Sementara mereka sangat membutuhkan jasa para teknisi, baik untuk perawatan maupun perbaikan kendaraannya.
Pernyataan serupa diungkapkan General Manager Promosi Yamaha, Mohammad Masykur.
Menurutnya, para pecinta moge umumnya sangat elastis terhadap besaran biaya. Artinya, berapa pun biaya yang harus dibayar, demi tunggangannya, mereka rela merogoh kocek.
"Karena moge itu kan produk emosional, bukan sekadar sebagai alat transportasi tetapi sebagai simbol sosial atau prestise, sekaligus kepuasan batin karena hobi," paparnya.
Jumlah orang yang berpotensi membeli moge di Indonesia saat ini juga semakin banyak. Mereka adalah kelas menengah baru yang berusia muda.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge