Ketika hujan turun agak deras, banyak pengguna mobil langsung menyalakan lampu hazard. Itu seperti sudah menjadi kebiasaan. Padahal, hal itu merupakan suatu hal yang berbahaya.
Manager Comm & Event Garda Oto Iwan Pranoto menjelaskan kalau menyalanya dua lampu ketika sistem lampu hazard dinyalakan cukup berbahaya karena pengguna jalan lain tidak tahu kemana arah sebenarnya mobil itu.
"Masalahnya, itu banyak dilakukan oleh pengendara. Padahal, hal itu berbahaya," katanya di diskusi 'Insurance is Lifestyle' yang diselenggarakan Garda Oto bersama ngaBLOGburit blogdetik.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna jalan lain jadi tidak tahu arah mana mobil itu akan berjalan. Bila dia berbelok itu akan berbahaya. Kalau menurut saya, lampu hazard itu lampu galau. Ke kiri tidak, ke kanan tidak," cetusnya.
(syu/lth)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM