ADVERTISEMENT
Senin, 07 Jul 2014 14:06 WIB

Yamaha Ingin Transfer Teknologi ke Indonesia

- detikOto
Jakarta - Produsen motor Yamaha tidak hanya ingin menjual motor di Indonesia. Pabrikan berlambang garpu tala ini berkomitmen untuk melakukan alih teknologi.

Seperti diketahui, berdiri pada 6 Juli 1974, Yamaha memiliki dua bagian besar yaitu 2 manufacturing dan 4 produsen parts atau 6 pabrik.

Perkembangannya yang pesat lantas melahirkan 7 group company dan 160 vendor yang tersebar di Jabodetabek dan Jakarta Timur.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
Sejalan dengan itu pula jumlah karyawan meningkat hingga saat ini terhitung kurang lebih 20 ribu orang banyaknya. Kapasitas produksi pun tinggi mencapai 3 juta unit sepeda motor per tahun. Tercatat pula jaringan dan dilernya mencapai 4.300 dimana di dalamnya itu termasuk 6 DDS (Direct Distribution System) atau yang dikenal dengan Flagship Stores (FSS) di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jambi, Madiun-Kediri.

Kantor sekaligus pabrik yang pertama berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Perjalanan panjang telah ditempuh dan pada tanggal 27 Januari 2006, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing membuka pabrik kedua di kawasan industri KIIC Karawang, Jawa Barat yang diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Beroperasi di lahan seluas 53 Ha, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing berhasil menyediakan hingga satu juta lapangan pekerjaan. Dengan kapasitas produksi mencapai 11 hingga 13 ribu unit motor per hari.

Kelebihan Yamaha Indonesia ini membuat mereka dipercaya oleh Yamaha Motor Company Ltd Japan, salah satunya bersumber dari fasilitas Global Training Center di Yamaha Motor Manufacturing West Java (YMMWJ) yang merupakan pusat pelatihan untuk melatih keterampilan mekanik Yamaha dari Indonesia, Thailand, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Karena itulah, Sumber Daya Manusia, Skill, Research & Development, dengan fasilitas Global Training Center harus saling dukung bekerjasama sebagai ujung tombak Yamaha Indonesia mencapai kesuksesan seperti yang terlihat saat ini.

Sumber Daya Manusia memiliki pengetahuan dan keahlian yang merupakan aset berharga perusahaan. Yamaha memiliki Sumber Daya Manusia yang berkompeten sesuai kebutuhan.

"Yamaha Indonesia secara rutin mengirim banyak tenaga ahli muda Indonesia untuk bekerja dan belajar di Jepang dalam rangka alih teknologi. Transfer teknologi yang dilakukan Yamaha, diharapkan dapat memajukan sumber daya manusia Indonesia, demi kemajuan bangsa dan tanah air," ungkap Presiden Direktur Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Yoichiro Kojima di markas Yamaha, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Skill, Research & Development juga berperan penting mewujudkan ide-ide yang hasilnya adalah produk bermutu tinggi. Yamaha Indonesia telah membuktikan dengan keterlibatan aset-asetnya membuat produk lokal kelas dunia bersama perwakilan Yamaha Jepang.

(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com