Penjualan Suzuki memang tidak terlalu menggembirakan. Dalam empat bulan pertama 2014 saja penjualan mereka terus turun tiap bulannya.
Bila pada Januari 2014 mereka mampu menjual 30.012 motor, angka itu turun di Februari menjadi 25.900 unit saja. Penurunan kemudian masih terus terjadi ketika di Maret hanya ada 25.162 motor Suzuki yang terdistribusi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2W Marketing Division Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho pun mengakui keterpurukan Suzuki. Karena itu, mereka kini tengah melihat kembali langkah yang mereka sudah lakukan untuk mencari apa yang salah.
"Saya kira sekarang yang paling penting bagi Suzuki adalah harus melihat strategi yang paling pas," katanya tadi malam. "Saya lihat ada bagusnya. Ini menjadi tahap awal untuk melihat apakah strategi saat ini sudah pas atau belum," tambahnya lagi.
Menurut dia, salah satu kelemahan Suzuki adalah di sektor skuter. Penetrasi pasar skuter Suzuki tidak terlalu dalam padahal pasar skuter merupakan pasar terbesar di Indonesia saat ini dengan pertumbuhan yang konsisten.
Untuk itu, Suzuki menurut Endro akan memfokuskan diri membenahi lini skuter mereka. Suzuki ingin menikmati kue pertumbuhan model skuter yang kini tengah terjadi.
(syu/lth)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya