Menurut sebuah penelitian, sebuah skuter dua tak yang sedang idling saja dapat menyemburkan banyak polusi. Dengan begitu, meskipun jumlah skuter dua tak di jalan-jalan relatif kecil bila dibandingkan dengan mobil, mereka memberikan kontribusi polusi relatif lebih besar di kota-kota.
Para ilmuwan, termasuk beberapa dari University of Cambridge pun memperingatkan kalau berada di belakang skuter dua tak di persimpangan ketika menunggu lampu merah akan sangat merugikan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penelitian ini, para ilmuwan mengukur emisi yang dihasilkan oleh berbagai kendaraan yang berbeda dan menemukan bahwa skuter bermesin 2 stroke bisa memancarkan aerosol organik secara signifikan dan senyawa organik yang mudah menguap dari pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar.
"Apa yang kami sadari dari penelitian ini adalah, meski motor mengonsumsi sedikit bahan bakar, jika Anda melihat ke semua kendaraan di perkotaan--motor ini memproduksi lebih banyak polusi dibanding dari truk diesel. Hal ini terjadi karena emisi mereka tidak diatur," ujarnya di Voice of Russia.
Mesin jenis ini juga menghasilkan aerosol organik sekunder yang signifikan berbentuk gas yang dilepaskan dari knalpot yang bereaksi dengan partikel udara dan mikroskopis jelaga untuk kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.
Karena itu, para ilmuwan yang mempublikasi penelitian mereka di jurnal Nature Communications ini beranggapan kalau pengurangan jumlah motor dua tak adalah salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas udara di perkotaan secara signifikan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya