Chief Marketing Officer PT TVS Motor Company Indonesia, Herry Budijanto Dragono, menuturkan, stop produksi hanya untuk pasar lokal, tapi untuk pasar ekspor proses produksi masih tetap dilakukan.
"Pasar ekspor masih tetap diproduksi. Untuk lokal tidak karena pasarnya kecil. Masyarakat maunya mesin tegak, sedangkan Tormax mesinnya kan tidur, jadi susah," beber Herry di sela-sela acara pengundian hadiah di PT Missi Idea Selaras, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Ditambahkannya, Tormax yang masih diproduksi itu diekspor untuk ke Iran dan Afrika. Tapi kuotanya tidak terlalu banyak, yang jelas masih besar pasar ekspor ketimbang lokal.
Sementara untuk ketersediaan spare part-nya, konsumen yang sudah memiliki Tormax di Indonesia tidak perlu khawatir karena ketersediaannya masih akan tersedia dalam 7 tahun kedepan.
"Di pabrik kita masih produksi. Sesuai dengan regulasi kita, ketersediaan spare part kita siapkan 7 tahun kedepan," katanya.
(ady/ikh)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi