Menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), di tahun 2011 Suzuki sukses melepas 494.481 motor. Namun angka itu tergerus di tahun 2012 setelah Suzuki hanya sukses melepas 465.630 motor.
Hal ini tentu saja mengkhawatirkan. Terlebih di tahun 2013 kemarin ditutup dengan penjualan hanya 19.390 motor yang diperoleh di Desember 2013. Angka bulan Desember itu di dapat setelah Suzuki mengatakan kalau mereka menutup tahun dengan penjualan total 393.803 unit. Angka 393.803 unit itu kemudian dikurangi dengan data yang diumumkan AISI untuk penjualan Suzuki periode Januari-November yang hanya 374.413 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari data yang sama, akan terlihat tren penurunan yang terus terjadi. Di Juni, Suzuki berhasil melepas 45.320 motor yang kemudian turun menjadi 42.070 di Juli.
Angka penjualan Suzuki itu kemudian turun lagi di catatan penjualan bulanan pada bulan Agustus dan September yang masing-masing tercatat berada di angka 32.017 motor dan 30.872 motor.
Oktober, November dan Desember kemudian menggenapi tangisan Suzuki setelah di bulan-bulan tadi mereka hanya mampu menjual 28.594 motor, 27.447 motor dan 19.390 motor.
"Kita tahun 2013 tutup di 393.803 unit," ujar Dept Head Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.
Dari jumlah tersebut Satria menjadi tulang punggung Suzuki dengan persentase penjualan 60 persen dari total motor yang dijual Suzuki. Sementara varian skuter otomatis mereka menyumbang 33 persen. "Sisanya sport," cetus Yohan.
Komposisi model yang terjual di Suzuki ini terlihat cukup unik mengingat skuter otomatis saat ini cukup dominan di beberapa merek seperti Honda dan Yamaha. Pasar motor nasional juga sudah didominasi oleh skuter, bukan lagi bebek.
"Seperti yang saya bilang tadi, market terbesar adalah matik, sementara kita kurang fokus. Jadi semestinya kita fokus dengan market terbesar," katanya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil