Pemilik diler motor CBU (importir umum) Hobby Motor Michael Syofyan mengatakan kalau melemahnya nilai tukar rupiah telah membuat pihaknya kerepotan. Pasalnya, barang dagangan mereka adalah motor CBU yang dibeli dari produsen di negara asal dengan dolar.
"Lumayan bikin repot. Ya memang kita pada akhirnya harus menaikkan harga kalau ada orang yang order sekarang. Tapi kalau untuk barang yang sudah ready, kita masih pakai harga lama," kata pria yang memiliki showroom di jalan Sultan Iskandar Muda, No.7E-F, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hal itu, dia pun mengaku kaget. Sebab biasanya fluktuasi signifikan terhadap nilai tukar rupiah tidak berlangsung lama. Tapi kali ini, hal itu terjadi cukup lama dengan lonjakan yang lumayan tinggi.
"Jadi mau tidak mau kita telah. Pahit manis kita telan. Tapi untuk sekarang-sekarang ini, pahit semua," tambahnya.
Dan ketika disinggung mengenai rencana kenaikan PPnBM yang tengah diwacanakan pemerintah, Michael mengaku pasrah dan akan menuruti perintah dari pemerintah.
"Kalau untuk itu, kita ikut saja. Pemerintah minta naik, ya pasti kan harus kita ikuti. Tapi tolong pemerintah kasih kebijakan yang bagus untuk iklim investasi disini," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter