Instruktur Safety Riding Indonesia Berlatih Ngepot

Laporan dari Suzuka Jepang

Instruktur Safety Riding Indonesia Berlatih Ngepot

- detikOto
Rabu, 13 Nov 2013 18:13 WIB
Instruktur Safety Riding Indonesia Berlatih Ngepot
Suzuka - Tiga orang instruktur safety riding Indonesia melakukan latihan sebelum berlomba Kamis besok dalam ajang Safety Japan Instructors' Competition 2013 di sirkuit Suzuka, Jepang. Mereka berlatih ngepot dengan menggunakan motor yang akan mereka gunakan.

Salah satu tes dalam lomba safety riding tersebut adalah slalom course. Dalam arena lomba di Suzuka Circuit Traffic Education Center (STEC) yang berada dalam lingkungan Sirkuit Suzuka sudah disiapkan cone-cone berbentuk kerucut yang disusun membentuk belokan dan tikungan tajam. Cone-cone ini tidak boleh dilindas atau ditabrak peserta.

Tiga orang instruktur binaan PT Astra Honda Motor (AHM) kemudian menjajal lintasan ini. Mereka mengendarai motornya kemudian meliuk-liuk di tikungan yang telah disapkan. Mereka harus bisa menaklukan tikungan tajam ini dengan waktu singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu peserta lomba Maryanto dari Astra Honda Motor Yogyakarta yang akan berlomba pada kelas 400 cc terlihat memacu motornya, kemudian dengan cepat dia mengerem dan berbelok hingga motornya terlihat hampir menyentuh tanah. Begitu tikungan bisa dilewati dia memacu lagi motornya kemudian melambatkannya untuk bisa berbelok di dikungan yang membentuk sudut 180 derajat.

"Sekarang saya pakai motor 400 cc beda dengan tahun lalu yang memakai motor 100 cc jadi power dan akselerasinya juga berbeda sehingga butuh penyesuaian," kata Maryanto yang pada tahun lalu menjuarai Safety Japan Instructors’ Competition kelas motor 100 cc kepada wartawan seperti dilaporkan reporter detikOto, Nala Edwin, dari Sirkuit Suzuka, Rabu (13/11/2013).

Maryanto akan berlomba bersama Ahmad Anugra dari Astra Motor Palembang dan Aldea Henry dari Day aAdicipta Mustika. Ahmad dan Aldea akan mengikuti permobaan di kelas motor 100 cc. Mereka akan bertanding di tengah dinginnya cuaca Jepang.

"Dingin sekali cuacanya, bibir sampai kering dan tangan menggigil," kata Maryanto di sela-sela latihan tersebut.

Uji lain yang dikompetisikan pada lomba itu adalah uji narrow plank dan uji braking. Uji narrow plank dilakukan untuk mengetahui keseimbangan saat berkendara. Dalam uji ini para peserta harus berkendara melintasi papan titian dalam kecepatan sangat rendah tanpa menurunkan kaki dan tetap mempertahankan postur berkendara yang ideal.

Sedangkan kemampuan pengereman dites dalam uji braking. Dalam uji ini peserta harus bisa menghentikan sepeda motornya dari kecepatan yang sudah ditentukan tanpa membuat roda terkunci maupun memakai bantuan engine brake. Para peserta juga harus tetap bisa mempertahankan postur berkendara yang ideal.



(nal/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads