Motorcyclist Movement of Quebec beberapa hari lalu berkumpul di Montreal untuk menyatakan sikap mereka dan mengajukan gugatan class action senilai C$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.
Para pemotor ini mengklaim kalau mereka mewakili lebih dari 8.000 pengendara sepeda motor di provinsi ini dan marah karena kenaikan premi asuransi tidak adil dan diskriminatif terhadap pemilik sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mosca memang mengakui bahwa sepeda motor adalah kendaraan yang memiliki risiko dibanding mobil dan tiap pengendara memang harus memiliki asuransi.
"Bila ada kecelakaan antara mobil dan sepeda motor, 94 atau 95 persen adalah kesalahan mobil, jadi pengendara sepeda motor dihukum padahal dia tidak bersalah," klaim Mosca.
Namun, SAAQ berdalih kalau premi tinggi diperlukan karena risiko yang lebih tinggi pula. SAAQ mengatakan kalau di 2006 saja mereka harus defisit C$ 109 juta karena total pemotor hanya membayar premi asuransi C$ 35 juta sementara biaya pertanggungan yang mereka keluarkan mencapai C$ 144 juta.
Juru bicara SAAQ FranΓ§ois Remillard mengatakan kalau mereka bersedia bekerja sama dengan pendukung pengendara sepeda motor di masa lalu dan menunjukkan bahwa pada tahun 2011 mereka mampu menurunkan tarif asuransi antara 3 sampai 24 persen. Mengingat hubungan itu, Remillard mengatakan gugatan yang datang sebagai kejutan.
"Reaksi kami, ini adalah salah satu kejutan," katanya.
Mosca mengatakan kalau SAAQ seharusnya bukan meningkatkan biaya premi bagi pemotor tapi seharusnya berbuat lebih banyak untuk mendidik masyarakat tentang keselamatan jalan.
Dia mengatakan bahwa sudah saatnya orang mengubah pikiran mereka tentang sepeda motor.
"Sepeda motor mengonsumsi lebih sedikit bahan bakar, mereka menyebabkan sedikit polusi, lebih sedikit kerusakan jalan, yang bermanfaat bagi seluruh planet," kata Mosca.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!