"Pengguna moge itu ya kelas A (kelas atas). Berkembangnya justru penggunanya adalah bermobil semua. Itu lebih mahal daripada mobil," ucap GM Marketing Planning and Analysis Division Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra kepada detikOto, Rabu (5/6/2013).
Pria yang akrab disapa Indra itu pun merasa ketika pengendara menunggangi moge maka bisa mengangkat derajat si pemiliknya. "Dan itu bisa mengangkat image," tukas Indra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Indra AHM harus mengambil ancang-ancang jika harus meluncurkan moge saat ini. Dan biaya jaringan itu cukup mahal walaupun Honda dari segi penjualan motor menduduki kursi urutan atas.
"Dan itu aftersales mahal sekali," imbuhnya.
Karena itu AHM saat ini masih fokus pada penjualan motor-motor massal dan tidak fokus pada pasar moge dengan alasan segmennya terbatas.
Honda rupanya masih percaya diri di segmen ini. Dan secara gamblang Honda mengatakan belum siap mendatangkan motor bermesin besar dengan alasan tidak fantastis dari segi volume penjualan.
"Kita masih konsentrasi di produk massal. Kita belum belum melihat suatu kebutuhan," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini