Saat ini TVS hanya memiliki motor bermesin di bawah 200 cc, sementara BMW Motorrad memiliki motor bermesin di atas 600 cc.
Keduanya pun bersinergi untuk mereduksi kesenjangan kapasitas mesin yang ada dikeduanya. Bila keduanya mengembangkan motor sendiri-sendiri maka biaya riset dipastikan akan membengkak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber di TVS menurut media India, Overdrive, saat ini tengah mengembangkan 250 cc. Hasil dari penelitian awal TVS ini akan dibawa ke Jerman untuk digabung dengan hasil pengembangan awal BMW untuk kemudian diteliti bersama.
Setidaknya, prototipe hasil rancangan keduanya ini akan bisa dilihat dalam 18 bulan ke depan untuk mencapai target produksi di 2015 mendatang.
"Produk-produk ini akan diproduksi oleh kami di India dengan dua gaya yang berbeda, fitur dan spesifikasi, satu untuk BMW untuk dijual di seluruh dunia dan satu untuk TVS," kata Chairman TVS Venu Srinivasan di overdrive, Kamis (23/5/2013).
Motor bermesin kecil memang penting bagi BMW karena saat ini BMW hanya menjual 117.000 motor saja.
Dan ditengah perubahan demografi pasar ke arah negara-negara berkembang, pengembangan motor bermesin kecil tentu perlu untuk dipikirkan. Terlebih, India yang menjadi basis TVS adalah pasar kedua terbesar di dunia.
"Dalam perubahan pasar sepeda motor, perkembangan demografi, dan meningkatnya tuntutan lingkungan, kami harus memperluas jangkauan produk kami sehingga dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan," ujar Presiden BMW Motorrad Stephan Schaller.
"Di masa depan kami akan mampu untuk menawarkan kendaraan di kelas kapasitas yang lebih kecil di samping segmen inti BMW Motorrad," tambahnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India