Kali ini detikOto bersama PT Mitra Lestari Motorindo (Mitra2000) berkesempatan mengunjungi pabrik shock berlabel YSS sekaligus melihat secara detil pembuatan shock mulai dari bahan mentah hingga proses perakitan maupun penelitian pengembangan shock YSS.
"Dari total penjualan YSS ke seluruh dunia, 35 persen kita mengirim ke Indonesia dan Indonesia merupakan pasar yang sangat bagus," kata CEO YSS (Thailand) Co, Ltd. Pinyo Panichgasem, Selasa (26/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk kita selalu lakukan pengetesan tiap tahap untuk menghindari adanya komplain serta jaminan 100 persen persisi atau tidak adanya cacat produksi. Meskipun dalam proses penelitian kita hanya melakukan sampling tapi itu mampu menekan angka 1-10 persen produk cacat," imbuh pria berkacamata ini.
Kunjungan dilanjutkan ke lokasi pembuatan shock yang dimulai dari bahan mentah hingga proses perakitan serta proses pengiriman. "Ada beberapa part shock yang dibuat puluhan supplier lokal Thailand. Sedangkan kita juga memproduksi beberapa diantaranya per yang kita jamin standar Eropa kemudian tabung shock serta perakitan yang diawasi oleh ahlinya," jelas Pinyo.
Tak hanya itu, beberapa ruang perakitan juga terpantau bebas debu. Sehingga tidak semua orang yang bisa masuk ke dalam ruang yang hanya dihuni beberapa perakit.
Sementara dalam sebulan Mitra200, kata Pinyo, mengimpor sekitar25 ribu berbagai tipe. "Kita tiap bulan pasti ada permintaan dari Mitra2000. Bulan ini saja ada dua kali pengiriman," tandas Pinyo.
Bahkan dalam gelaran tahunan Bangkok International Motor Show, Pinyo mengaku pihaknya siap melaunching 3 tipe Shock Absorser untuk pasar otomotif dengan slogan baru More Than Preformance.
(ze/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus