Salah satu korban terbaru contohnya adalah Honda. Produsen motor asal Jepang tersebut terpaksa menghentikan salah satu varian CBF Stunner 125 PGM-FI karena rendahnya permintaan konsumen atas motor injeksi PGM-FI tersebut di India.
Padahal awal peluncuran motor tersebut pada 2009, Honda meyakini penjualan motor Honda bisa naik lantaran teknologi mutakhir itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir motorbeam, Selasa (26/2/2013), masyarakat India merasa rugi karena harus membayar lebih mahal akibat tambahan teknologi FI khas Honda tersebut. Padahal dari aspek tenaga dan performa tidak ada perbedaan.
Bukan hanya Honda yang menghilangkan varian injeksi dari motornya, Bajaj juga menghapus injeksi dari varian Pulsar 220 DTS-Fi, sementara TVS menghilangkan injeksi di Apache RTR 160 FI.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan