Continental Keluhkan Mahalnya Sertifikasi SNI Ban Motor

Continental Keluhkan Mahalnya Sertifikasi SNI Ban Motor

Muhammad Ikhsan - detikOto
Senin, 18 Feb 2013 10:52 WIB
Continental Keluhkan Mahalnya Sertifikasi SNI Ban Motor
Jakarta - Maraknya penjualan kendaraan roda dua otomatis bakal menguntungkan industri pendukung motor, salah satunya ban. Penjualan ban terus terdongkrak akibat naiknya penjualan motor di Indonesia.

Namun sayang karena aturan yang mengharuskan ban berlabel SNI membuat niat perusahaan ban Continental terhambat.

Sebenarnya Continental sebagai perusahaan ban asal Jerman kepincut untuk meramaikan industri ban roda dua di Tanah Air. Namun Continental merasa perizinan SNI cukup mahal, jadi ban-ban motor Continental tidak memiliki standar SNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Roda dua tidak. Kendala di pengurusan SNI, mahal dan lumayan," keluh Marketing Executive PT Continental Sime Tyre Fadhillah Indra Budi di Jakarta.

Padahal menurutnya ban motor Continental bisa bersaing dengan ban motor premium di Indonesia. Dengan harga yang kompetitif, tentu akan menguntungkan pihak Continental. Tapi sayang karena belum ber-SNI langkah Continental terhenti.

"Ini kan continue dan bisa diprediksi keuntungan penjualan. Hanya harus ambil SNI, dan agak sulit pengurusannya," ucapnya.

Kualitas ban SNI dikatakan Fadhillah sebenarnya cukup baik. Soalnya standar SNI juga menganut standar Jepang, Eropa dan Amerika.

Continental pun belum bisa memastikan kapan ikut meramaikan pasar roda dua di Indonesia, tidak seperti ban mobil Continental yang sudah lebih dulu hadir.

Dia menambahkan sebenarnya kualitas ban motor Continental sangat baik meski tanpa cap SNI. Kendati demikian, pihak Continental pun belum tahun kapan terut meramaikan pasar ban motor.

"Belum ada kepastian," pungkasnya.

Sementara itu, Ia memprediksi harga ban motor impor Continental dari Jerman bisa 3 kali lipat dari ban motor yang diproduksi di dalam dengan model dan ukuran yang sama.

"Setidaknya hargnya bisa tiga kali lipat dibandingkan ban produksi dalam negeri," tutup pria berkacamata itu.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads