Tidak bisa dipungkiri kalau motor kini telah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Meski begitu, ternyata masih banyak yang tidak sadar betapa pentingnya peran ban dalam hal keamanan dan kenyamanan.
"Tapi bagusnya, perkembangan pengetahuan para pengguna motor makin meningkat. Kini ban tubeless makin populer," kata Marcomm Managet Planet Ban, Bagus Ardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu, penelitian kita di Jabotabek, persentase pengguna ban tubeless dan ban yang ada ban dalamnya itu 50-50. Artinya masih setengah dari pengguna motor," kata Bagus.
"Sekarang persentasenya sudah 70-30. 70 persen memilih ban tubeless. Kita punya data konsumen kita dan kita memperhatikan pola mereka mengganti ban. Banyak konsumen yang awalnya pakai ban yang ada ban dalamnya, ketika datang lagi mereka memilih tubeless," papar Bagus.
Menurut Bagus, ada tiga karakter utama pembeli ban motor. Pertama adalah mereka yang masih sangat memperhatikan harga, di kategori ini biasanya mereka memilih ban yang masih menggunakan ban dalam karena harganya lebih murah dibanding ban tubeless.
Kedua adalah kategori orang yang memperhatikan keamanan dan kenyamanan ketika mereka berkendara. Di kategori ini, ban tubeless biasanya menjadi pilihan.
"Sementara yang ketiga adalah orang yang memperhatikan performa. Disini mereka memilih ban high performance karena mereka lebih memikirkan performa ban yang punya traksi dan grip bagus," lanjutnya.
Pola pergantian ban pun juga dicermati oleh Planet Ban. Menurutnya untuk ban-ban standar, biasanya konsumen mengganti ban setelah menggunaan 10 bulan keatas. Sementara pengguna ban high performance biasanya sudah mengganti ban kurang dari 10 bulan.
"Ban yang biasanya paling dulu diganti itu ban belakang. Itu paling sering, mungkin karena ban belakang lebih berperan dan lebih menanggung beban," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi