Atas ide itu, Dahlan mengintruksikan perusahaan pengelola jalan tol pelat merah tersebut melakukan pengkajian mendalam. "Jasa Marga distudi dulu, membuat jalan khusus motor di jalan tol," tutur Dahlan kepada wartawan, Sabtu (2/2/2013).
Ide ini merujuk pada perhitungan Jasa Marga di tol Bandara Ngurah Rai Bali. Sebelum sepeda motor diizinkan lewat, perhitungan secara bisnis (Internal Rate of Return/IRR) mega proyek tersebut kurang 'seksi' namun setelah diizinkan, proyek tersebut menjadi lebih menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, membuka opsi menambah ruas jalan tol untuk sepeda motor karena pertumbuhan laju kendaraan roda dua tersebut sulit dibendung selagi belum adanya moda transportasi massal yang terintegrasi.
Disamping itu, sepeda motor merupakan pendukung aktivitas dan mobilitas bagi kalangan kelas menengah bawah. Sehingga, ide ini bisa sangat membantu kalangan tersebut.
"Dengan ada motor, kelas bawah bisa mempunya kecepatan mobilitas. Itu sangat menentukan perekonomian. Belum pernah dalam sejarah, golongan bawah memiliki mobilitas sama dengan golongan atas," tambahnya.
Sehingga ia menilai, pemilik kendaraan roda empat harus memahami ide tersebut. "Golongan atas harus bisa memahami ini, jangan golongan atas mengeluh motor begitu banyak. Sepeda motor lah, yang bisa membuat golongan bawah bisa menyamai mobilitas kalangan atas," cetusnya.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi