Pemerintah bakal memberlakukan pembatasan jarak tempuh kendaraan motor. Aturan tersebut untuk mengurangi tingkat kecelakaan ketika motor menempuh perjalanan jarak jauh.
Sebelum aturan tersebut diberlakukan ternyata sudah menuai kontroversi. Peraturan tersebu dinilai sangat tidak efektif di tengah maraknya pengguna kendaraan roda tiga.
Salah satunya pengguna motor yang tidak menyetujuai langkah pemerintah itu adalah mantan Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Djoko Saturi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya menurut Djoko, kalau peraturan tersebut diberlakukan dengan tujuan untuk menekan angka kecelakaan sangat tidak tepat. Cara untuk menekan angka kecelakaan adalah menyediakan sarana transportasi massal yang tepat.
Lagian lanjut Djoko, pengguna motor besar atau kecil tahu batasan ukuran tenaga yang dimiliki ketika riding. Dalam kondisi tenaga berkurang, pemotor akan segera beristirahat untuk mengembalikan tenaga.
"Kalau saya sebetulnya jarak tempuh motor kalau dibatasi itu sulit. Orang yang mengendarai motor itu bisa mengukur diri sendiri. Kalau merasa capek maka mereka akan istirahat," tandasnya.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?