Kenaikan DP Tak Terlalu Berasa ke Jawa Timur

Kenaikan DP Tak Terlalu Berasa ke Jawa Timur

Muhammad Ikhsan - detikOto
Kamis, 01 Nov 2012 13:58 WIB
Kenaikan DP Tak Terlalu Berasa ke Jawa Timur
Honda BeAT
Jakarta - Penjualan motor nasional dipastikan bakal turun drastis akibat kenaikan uang muka (DP) kendaraan roda dua. Penjualan motor nasional diprediksi hanya mencapai 7,1 juta unit.

Kendati demikian kondisi ini tidak terlalu dirasakan oleh produsen motor di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Penjualan motor di Jawa Timur dan Indonesia Timur tidak akan turun drastis. Kondisi ini karena meningkatnya pertanian di daerah tersebut.

Hal ini pun dirasakan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) selaku distributor motor Honda di Jawa Timur dan Indonesia Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yakin karena daerah pemasaran MPM adalah daerah pertanian. Tembakau bagus, demikian relatif dipengaruhi itu. Jadi penjualan motor di Jawa Timur dan Indonesia Timur tidak turun sampai 30 persen, hanya sekitar 10 persen," kata COO PT MPM, Johanes Hermawan di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Menurut Johanes, pertanian di daerah tersebut tengah menggeliat. Faktor ini pun dipercaya bakal membantu penjualan motor di Jawa Timur dan Indonesia Timur.

"Pertanian, tembakau semua sedang bagus. Jadi penjualan motor agak terbantu," tukasnya.

"Tahun lalu penjualan motor nasional 7,8 juta, tahun ini sekitar 7,1 juta. Dan penjualan 2012 sampai September sudah 5,2 juta. Honda tahun lalu menjual 4,2 juta, dan tahun ini sampai September Honda sudah jual 3 juta, sampai akhir tahun ini prediksi Honda menjual 4,2 juta," ucapnya

"Sementara penjualan motor total market share di Jatim dan NTT tahun lalu 2,05 juta. Untuk tahun ini sampai September sudah 750 ribu. Dan diperkirakan sampai akhir 2012 penjualan motor di Jatim dan NTT sebesar 1.050.000 juta. Dan untuk MPM sendiri tahun lalu menjual 650 ribu. Sedangkan sampai September 2012 sudah menjual 500 unit diperkirakan sampai akhir tahun 2012 MPM berhasil jual 700 unit atau 67 persen dari market penjualan motor di Jatim dan NTT," ucap Johanes.

Kredit Syariah Tidak Terlalu Membantu

Sementara itu, Johanes menegaskan sistem kredit syariah tidak terlalu membantu penjualan motor di Jatim dan NTT. Sistem kredit syariah biasanya hanya bersifat optional. Konsumen lebih memilih pada sistem kredit konvensional.

"Sebetulnya begini, dengan naiknya DP itu kan pengaruhnya ada. Tapi untuk konsumen beralih ke kredit syariah tidak. Itu hanya optional saja. Karena kebutuhan ada, dan antara sistem kredit konvensional dan syariah tidak terlalu jauh perbedaannya, kalau datanya saya tidak tahu persisi," tutupnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads