Menggendong mesin 248 cc, SOHC dengan 2 silinder dan liquid cooled, mesin yang dikawinkan dengan transmisi 6-speed tersebut mampu menampilkan rasio kompresi mencapai 11,5:1.
Mesin motor yang dijuluki sebagai 'Baby B-King' tersebut mampu memproduksi tenaga hingga 26 bhp pada 8.500 rpm dan torsi 24 Nm pada 7.000 rpm.
Tapi kenapa Suzuki masih memilih menggunakan mesin SOHC dibandingkan DOHC untuk motor yang dilepasnya dengan harga Rp 46 juta itu? Model Project Leader Motorcycle Engine Dept. Motorcycle Operations Suzuki Motor Corp, Yozo Kamiya pun menjawabnya.
Kamiya beralasan kalau pemilihan mesin SOHC dimaksudkan agar dapat membuat technical lost semakin kecil dan bobot mesin motor pun jadi lebih ringan.
"Kalau pakai mesin DOHC, technical lost jadi lebih besar, bobot motor pun akan bertambah," katanya.
Lebih lanjut Kamiya lalu menjelaskan kalau selain dua masalah tadi, dengan mesin SOHC tenaga di putaran rendah dan menengah akan mudah didapat.
Sebagai motor sport touring sejati, Inazuma disetting agar mendapatkan putaran bawah dan menengah yang mumpuni yang memberikan kenikmatan berkendara jarak jauh khususnya saat berakselerasi melibas berbagai medan jalan.
"Jadi putaran bawah dan tengahnya bisa didapat dengan baik," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi