Suzuki menurut Dept Head Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya pada dasarnya memiliki pula semua model yang dimiliki oleh merek-merek kompetitor seperti Honda dan Yamaha.
Hanya saja, untuk memasukkannya ke Indonesia, Yohan mengatakan ada banyak hal yang harus diperhatikan.
"Kita tidak mengekor. Karena hampir semua ATPM memiliki produk yang serupa," ujarnya di sela-sela touring Inazuma ke Bali.
"Motor-motor seperti yang ada di kelas 100 cc, 125 cc, 250 cc sampai diatasnya baik Honda, Yamaha, Suzuki sama-sama punya, hanya terlambat datang saja," tambahnya.
"Ada beberapa masalah. Yang paling gampang, yang lain itu ambilnya dari Thailand, jadi lebih cepat, sementara kita banyak ambil bukan dari sana, jadi ada sedikit keterlambatan administrasi dan lain-lain," jelasnya.
Kesan Suzuki mengekor itu memang terasa kuat sejak beberapa tahun terakhir. Berbagai produk yang mereka keluarkan telat beberapa bulan sampai 1 tahun dibanding merek Jepang lain.
Contoh terakhir, di akhir bulan nanti, Suzuki berencana menelurkan skutik dengan desain retro yang sudah lama dikeluarkan oleh Honda dan diikuti Yamaha.
Sementara berbicara mengenai pasar motor Indonesia, Yohan mengatakan kalau kemungkinan penjualan motor di Indonesia secara total akan mengalami penurunan.
Hal itu tidak lain karena adanya kebijakan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan yang sudah efektif dilaksanakan pada 15 Juni silam.
"Market tahun ini turun 6,5-6,8 juta. Untuk Suzuki, harapan kita mau ambil market share dibawah 2 digit, kita tidak terlalu bermimpi, tapi kita berharap penjualan kita tetap naik. Market share yang mau kita ambil 7 persen dari angka itu," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil